Tembus US$4.700, Tak Ada yang Sanggup Hentikan Geopolitik

Harga Emas Pecah Rekor US$4.760! Ketegangan Geopolitik & Isu Greenland Jadi Pemicu Utama

JAKARTA – Pasar komoditas  Geopolitik dunia kembali diguncang oleh lonjakan harga logam mulia. Harga emas dunia resmi mencetak sejarah baru dengan menembus level tertinggi sepanjang masa (all-time high) pada perdagangan Selasa (20/1/2026). Agresi investor terhadap aset safe-haven meningkat tajam seiring memanasnya tensi geopolitik global.

Geopolitik

Ringkasan Utama Berita (Intisari)

  • Rekor Baru: Emas mencapai level penutupan tertinggi di US$4.760,02 per troy ons.

  • Pemicu Geopolitik: Ancaman tarif Presiden Donald Trump terhadap Eropa terkait kendali atas Greenland.

  • Dolar Melemah: Indeks dolar jatuh ke level 98,64, terendah sejak Agustus 2025.

  • Proyeksi Masa Depan: Analis memprediksi emas akan segera menguji level psikologis US$5.000.


Emas Terbang Tinggi di Tengah Ketidakpastian Global

Pada penutupan perdagangan Selasa, emas melonjak 1,93% ke posisi US$4.760,02 per troy ons. Bahkan, dalam pantauan *intraday*, sang logam mulia sempat menyentuh angka **US$4.766,06**. Kenaikan ini memperpanjang tren positif emas yang telah menguat 2,6% hanya dalam dua hari perdagangan.

Meskipun pada Rabu pagi (21/1/2026) pukul 06.37 WIB terjadi koreksi tipis sebesar 0,1% ke level US$4.758,49, sentimen pasar tetap menunjukkan tren bullish yang kuat.

Faktor Utama: Isu Greenland dan Perang Tarif

Sentimen utama yang mendorong reli ini adalah pernyataan kontroversial Presiden AS, Donald Trump. Ancaman tarif baru terhadap Eropa terkait kendali atas Greenland telah menciptakan kegaduhan di pasar finansial menjelang pertemuan para pemimpin bisnis global di Davos, Swiss.

“Emas telah melonjak ke wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya karena investor melakukan lindung nilai terhadap meningkatnya risiko politik,” ungkap Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.


Mengapa Harga Emas Terus Meroket?

Selain faktor geopolitik, terdapat tiga pilar utama yang mendukung kenaikan harga emas saat ini:

1. Kejatuhan Indeks Dolar (DXY)

Indeks dolar ambruk 0,75% ke level 98,64. Ini adalah penurunan terdalam dalam enam bulan terakhir. Melemahnya dolar membuat emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga memicu aksi beli massal Geopolitik.

2. Spekulasi Suku Bunga The Fed Geopolitik

Pasar kini berekspektasi akan adanya dua kali penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin mulai pertengahan 2026. Emas, yang tidak memberikan imbal hasil (yield), menjadi sangat menarik ketika suku bunga diprediksi turun karena biaya peluang (opportunity cost) untuk memegangnya menjadi lebih rendah.

3. Ketidakpastian Geopolitik di Departemen Keuangan AS

Pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengenai kemungkinan penunjukan Ketua The Federal Reserve (The Fed) baru oleh Trump pada pekan depan menambah ketidakpastian pasar Geopolitik. Investor cenderung mengalihkan aset mereka ke emas untuk menghindari risiko volatilitas di pasar ekuitas dan obligasi AS.


Analisis: Apakah Emas Akan Menyentuh US$5.000?

Secara teknikal, emas kini berada di zona yang belum terpetakan. Dengan kenaikan 64% pada tahun 2025 dan tambahan 9,5% di awal 2026, momentum emas sulit dibendung.

Para analis sepakat bahwa target jangka pendek berada di kisaran US$4.800 hingga US$4.900. Namun, level US$5.000 per troy ons kini bukan lagi sekadar mimpi, melainkan target psikologis jangka panjang yang sangat realistis jika ketegangan AS-Eropa terus berlanjut.

Situs Judi Slot Online dan Bola Online Terpercaya Kadobet.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*