Warren Buffett Jual Apple, Borong Saham Induk Google

Berkshire Hathaway Guncang Pasar: Borong Alphabet, Pangkas Apple, dan Tumpuk Uang Tunai

Omaha, Amerika Serikat – Perusahaan investasi konglomerat pimpinan Warren Buffett, Berkshire Hathaway, membuat langkah portofolio yang mengejutkan, sebagaimana terungkap dalam laporan terbarunya ke Securities and Exchange Commission (SEC) per 14 November 2025, yang mencerminkan posisi per 30 September 2025. Berkshire secara agresif mengakumulasi saham Alphabet, induk perusahaan Google, senilai US$ 4,3 miliar, sekaligus secara signifikan mengurangi kepemilikan sahamnya di Apple.

Warren Buffett


Pembelian Google: Penyesalan Lama dan Perubahan Gaya Investasi

Langkah Berkshire Hathaway mengakuisisi 17,85 juta saham Alphabet dan menjadikannya saham AS terbesar kesepuluh di portofolionya adalah kejutan besar. Ini terjadi karena Buffett, yang dikenal dengan gaya investasi nilai (value investing), secara tradisional menjauhi perusahaan teknologi.

Namun, analis menilai pembelian ini didorong oleh penyesalan lama (long-standing regret). Pada rapat pemegang saham 2019, Buffett dan mendiang Wakil Ketua Charlie Munger. Hal ini secara terbuka menyayangkan kegagalan mereka berinvestasi di Google lebih awal.

“Kita salah langkah,” kata Munger. “Dia bilang kita gagal,” jawab Buffett.

Buffett sendiri pernah menyamakan model bisnis iklan Google dengan kesuksesan unit asuransi mobil milik Berkshire, Geico, menunjukkan adanya pemahaman mendalam tentang model bisnisnya.


Apple Tetap Juara, Tapi Jual Cepat: Fokus Bergeser?

Meskipun Apple secara konsisten disebut Buffett sebagai perusahaan produk konsumen berkat iPhone dan bukan sekadar perusahaan teknologi, Berkshire memangkas kepemilikannya secara tajam.

  • Kepemilikan saham Apple dikurangi dari 280 juta menjadi 238,2 juta lembar.

  • Pelepasan ini menandai penjualan hampir tiga perempat dari lebih dari 900 juta saham yang pernah dimiliki.

Meskipun pemangkasan ini drastis, Apple masih memegang mahkota sebagai kepemilikan saham terbesar di portofolio Berkshire dengan nilai fantastis sebesar US$ 60,7 miliar.


Rekor Uang Tunai: Kehati-hatian di Tengah Valuasi Pasar

Selama kuartal Juli hingga September 2025, Berkshire Hathaway melanjutkan tren sebagai penjual bersih saham untuk kuartal ke-12 berturut-turut.

  • Pembelian saham: US$ 6,4 miliar

  • Penjualan saham: US$ 12,5 miliar

Aktivitas penjualan yang lebih besar ini telah mendorong jumlah uang tunai (cash pile) yang dimiliki Berkshire ke level rekor tertinggi, mencapai US$ 381,7 miliar. Investor dan analis melihat ini sebagai sinyal bahwa konglomerat tersebut berhati-hati terhadap valuasi pasar yang tinggi. Buktinya, Berkshire juga belum membeli kembali sahamnya sendiri selama lebih dari setahun dan belum melakukan akuisisi besar dalam hampir satu dekade.


Perombakan Portofolio Lain dan Transisi Kepemimpinan

Selain perubahan besar di Alphabet dan Apple, Berkshire juga melakukan penyesuaian di berbagai sektor:

  • Pangkas: Mengurangi 6% kepemilikan saham Bank of America, meskipun tetap menjadi kepemilikan terbesar ketiga.

  • Jual Habis: Melepas seluruh saham perusahaan pembangun rumah, D.R. Horton.

  • Perbesar Posisi: Meningkatkan kepemilikan di perusahaan asuransi Chubb dan jaringan pizza Domino’s Pizza.

Perombakan portofolio ini terjadi menjelang transisi kepemimpinan yang monumental. Warren Buffett akan menyerahkan jabatan CEO kepada Greg Abel pada 1 Januari 2026, mengakhiri masa kepemimpinan selama 60 tahun. Konglomerat yang kini bernilai US$ 1,1 triliun dan mengelola hampir 200 bisnis ini tampaknya sedang bersiap menghadapi era baru dengan posisi tunai yang kuat dan portofolio yang disesuaikan.

kadobet

frinterprovincial.com

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*